Tppinews.id, Jakarta – Peluncuran buku “Pendidikan Bermutu untuk Semua: Menggali Pokok-Pokok Pikiran Abdul Mu’ti” menjadi momentum penting dalam perjalanan pendidikan Indonesia. Buku yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan KG Media ini tidak hanya mendokumentasikan kebijakan, tetapi membuka ruang dialog antara pemerintah, akademisi, praktisi, dan masyarakat.
Acara yang berlangsung pada 27 Oktober 2025 di Jakarta ini mempertemukan beragam gagasan lintas generasi dengan satu semangat: mewujudkan pendidikan inklusif, berkeadilan, dan bermakna bagi semua anak Indonesia.
Harmoni Gagasan dari Berbagai Tokoh Pendidikan
1. M. Kodari: Abdul Mu’ti, Pendidik Sejati dan Teladan Sederhana
Kepala Kantor Staf Presiden M. Kodari memuji sosok Abdul Mu’ti sebagai representasi nilai kesederhanaan dan keteladanan yang tumbuh dari tradisi pendidikan Muhammadiyah.
“Abdul Mu’ti adalah pendidik sejati yang tidak hanya berbicara soal kebijakan, tapi memberi teladan hidup sederhana dan bekerja nyata,” ujar Kodari.
Ia juga menegaskan dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap upaya pemerataan akses pendidikan melalui program seperti Sekolah Rakyat dan revitalisasi digital sekolah, demi menghadirkan pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.
2. Johanes Haryatmoko: Pentingnya Pembelajaran Mendalam
Akademisi Johanes Haryatmoko menyoroti konsep deep learning yang menjadi salah satu gagasan kunci Abdul Mu’ti.
“Pendidikan yang mendalam membuat anak-anak tidak sekadar tahu, tapi mampu menalar dan menafsirkan realitas dengan cara mereka sendiri,” jelasnya.
3. Stephanie Riady: STEM sebagai Fondasi Human Capital
Tokoh pendidikan Stephanie Riady menekankan pentingnya penguatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) untuk meningkatkan Human Capital Index Indonesia.
Menurutnya, STEM bukan sekadar tambahan pelajaran, tetapi cara berpikir kritis, analitis, dan kolaboratif yang perlu ditanamkan sejak dini.
4. M. Nuh: Menjaga Keberlanjutan Kebijakan Pendidikan
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh menegaskan pentingnya kesinambungan kebijakan pendidikan.
“Abdul Mu’ti memahami persoalan dan mampu mengeksekusi solusi. Ia memastikan kebijakan pendidikan tidak berhenti di pergantian periode,” ungkapnya.
Kolaborasi Menuju Pendidikan yang Bermutu dan Berkeadilan
Dukungan Legislatif untuk Pendidikan Inklusif
Dari kalangan legislatif, Hetifah Sjaifudian (Komisi X DPR RI) menyebut Abdul Mu’ti sebagai mitra kerja yang tenang, bijak, dan responsif.
“Buku ini menjadi peta jalan menuju pemerataan mutu pendidikan yang relevan dan berkeadilan,” ujarnya.
Suara dari Guru dan Mitra Internasional
Guru dan mitra pendidikan internasional juga berbagi pengalaman nyata implementasi kebijakan Kemendikdasmen:
-
Muhammad Yahya (SMPN 8 Tangerang Selatan) memaparkan program Tujuh Jurus BK Hebat yang membuat pembelajaran lebih menyenangkan.
-
Ilmiati Ikhtiar, peserta benchmarking ke Australia, menceritakan praktik pembelajaran reflektif dan interdisipliner yang menghidupkan kelas.
-
Yosep Darmabrata dari United Nations Global Compact menyoroti project-based learning sebagai bentuk nyata dukungan terhadap SDG 4 – Quality Education for All.
Abdul Mu’ti: Pendidikan Harus Bermakna dan Menggembirakan
Menurut Abdul Mu’ti, pendidikan yang baik tidak lahir dari satu orang, melainkan dari semangat bersama untuk mendengarkan, berdialog, dan bertindak.
“Setiap gagasan harus diwujudkan menjadi aksi nyata demi masa depan anak-anak Indonesia,” ujarnya.
Peluncuran buku “Pendidikan Bermutu untuk Semua” menjadi awal dari langkah panjang menuju pendidikan yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) bagi seluruh anak Indonesia.
Sumber: kemendikdasmen.go.id



